Mpo

Terapkan Model Pelaporan Online (MPO)

Diposting pada

MPO versi 111 merupakan pengembangan teknologi  slot online dari versi sebelumnya. Versi 111 ini membawa beberapa beberapa perubahan dalam bentuk fitur baru dan peningkatan kinerja dari Versi sebelumnya.

Dalam rangka memudahkan pembuatan dan pengiriman laporan rutin kegiatan Satuan Kerja (Satker 08) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), telah dibangun sistem Model Pelaporan Online (MPO), Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim menyelenggarakan Pelatihan Model Pelaporan Online untuk petugas Satker (08) Provinsi dan Kabupaten.

Tempo IDN Poker

Pelatihan diselenggarakan di Balikpapan, Kamis (12/7/2020) kemarin, dengan narasumber dari Ditjen PSP, Kementerian Pertanian

Kepala Disbun Kaltim yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Perencanaan Program, Mahmud Kahfi, SP, MP mengemukakan bahwa MPO merupakan aplikasi internet slot online yang khusus ditujukan pada kecepatan dalam penyampaian pelaporan pelaksanaan kegiatan. Baik yang berkaitan dengan aspek penyerapan anggaran mapun realisasi kegiatan (aspek teknis).

“Dalam kesempatan yang berharga ini, diharapkan para peserta mengikuti pelatihan ini dengan baik dan serius sampai dengan selesainya rangkaian acara, sehingga dapat diimplementasikan di tempat tugas masing – masing,” tegas kahfi.

Ditambahkannya, hasil pelatihan nantinya peserta dapat mengoperasikan dengan baik MPO. Dan diharapkan peserta telah dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi ini. (rey)

Source: https://disbun.kaltimprov.go.id/artikel/disbun-terapkan-model-pelaporan-online-mpo

Melalui MPO Laporan Lebih Cepat dan Akurat

Kecepatan dan keakuratan laporan bisa didapat melalui Model Pelaporan Online (MPO). Sampaikan laporan secara lengkap melalui MPO sebagai instrumen yang sangat vital untuk bahan dasar pengambilan kebijakan. Demikian papar Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Pending Dadih Permana dalam acara Sosialisasi dan Pemutakhiran Data Pelaporan Online di Batam (26/10/17).

Menurut Pending, petugas pelaporan merupakan mata rantai dalam mengaktualisasikan tugas pokok dan fungsi organisasi. Untuk itu, mesti bangga menjadi penyaji data. Karena melalui data yang tersaji secara cepat dan akurat merupakan kunci manajemen pemerintahan secara baik. Seorang pimpinan tidak bisa berbuat apa-apa bila ditinggal penyaji data.

Lebih lanjut Pending menyesalkan seringnya ada pemberitaan media yang tidak benar. Untuk itu, menurutnya dibutuhkan penyeimbang melalui penyajian data dan informasi yang cepat dan akurat untuk mengcounter berita yang tidak benar tersebut. ” Saat ini tidak hanya pisang yang bisa digoreng, tapi isupun bisa digoreng. Melalui data yang benar, akan dapat menyeimbangkan berita kepada masyarakat”, tuturnya.

Pending berharap agar program Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian yang sudah dieksekusi yaitu program alsintan, irigasi pertanian, pembiayaan pertanian, pupuk dan pestisida dan perluasan dan perlindungan lahan, segera tuangkan dalam laporan. Caranya dengan melaporkan cara dan waktu pelaksanaan serta realisasinya.

Pada kesempatan tersebut Pending memberikan perhargaan kepada lima satker terbaik dengan kriteria penilaian fisik yang sudah dientri pada aplikasi MPO, jumlah kelompok tani yang dientri, rata-rata realisasi per kegiatan fisik, dan target volume yang dientri dibanding dengan target volume pada RKAKL. Kelima satker tersebut yaitu Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Tengah.

Namun dibalik itu ada empat kabupaten/kota yang belum mengisi MPO, yaitu Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Ngada, dan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya. Pending berharap agar empat kabupaten/kota tersebut segera mengisi laporan melalui MPO.